Senin, 20 April 2015

Demon Girl
Chapter 11: Caroline is Missing!

          ‘Poker’ sesosok aneh yang disebut ‘Shadow’ oleh gadis berambut merah bernama ‘Ayumi Akane’.Saat ini aku sedang berhadapan dengannya dalam situasi yang tidak biasa,kini aku harus melawannya dan mengejar Akane lalu menyelamatkan Caroline,meski tampaknya itu agak mustahil.
          “Kau terlalu pesimis yang mulia,belum tentu kau akan kalah kan?”
Kata Poker tiba-tiba padaku.
          “HAH!?,Yang benar saja!? Jadi ini benar-benar telepati?,kalau begitu kau bisa baca semua isi pikiran ku dong?!”
          “Itu tergantung,apa kau bisa menahan isi pikiran mu yang sedang panik,bingung,dan tidak stabil itu...”
          “Hah,...? apa maksud mu?”
          “Telepati digunakan bukan untuk membaca pikiran,tapi digunakan untuk berkomunikasi menggunakan pikiran dengan sesama penggunanya,seperti yang kau lihat aku tidak mungkin bisa berbicara dengan keadaan wajah seperti ini,aku hanya bisa menggunakan telepati.Untungnya kau tergolong bisa menggunakannya,ya....meski belum terlalu ahli...”
          “H-Hah,....?”
“Haaaaaaahhh~....Nampaknya anda masih kebingungan ya? apa boleh buat anda belum sepenuhnya terbangun.Kalau begitu untuk sekarang saya akan melepaskan anda.”
Kata poker dengan entengnya seolah mengangapku remeh.Dia mengangkat tangan kirinya kemudian.....
          “Sampai bertemu lagi yang mulia.”
          “KLIK!”
“......?”
(HAH? Apa yang di-)

          “GYAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!............”

Anna diterbangkan angin diruangan itu dan menabrak kaca kelasnya.
          “PRANK!”
          “ADA YANG  JATUH! MATRAS!”
          “BUUK!”
(Uuuuuggghh sial,bagaimana bisa menjatuhkan ku begitu saja hah?~).
          “Anna! Anna! Kau tidak apa?!”
          “Aldi...?Sepertinya tulang ku patah....”
          “Hah? Apa? Gawat! Dokter kita perlu Dokter!”
Aldi dengan panik dan cemas terus berteriak,sementara sebagian guru berdatangan untuk membantuku dan menghalangi siswa yang mencoba untuk melihat,aku juga melihat Aland datang ada Noah juga.Disaat aku mencoba menggerakan tanganku aku baru sadar kalau lengan kiriku robek,sepertinya karena menabrak kaca tadi.(Aaaahhh....gawat pandanganku kabur,ada darah dimana-mana....sepertinya akhir-akhir ini aku sering pingsan ya....?)
          “WIWU...WIWU...WIWU...”
          “An....Bangunlah.....tenang saja...kau akan baik-baik saja...tidak akan kubiarkan siapa pun menyakiti mu....tidak akan...”
(Di....mana ini.....?).
          “BRAK”
seorang suster datang dan masuk dimana aku sedang berbaring.
          “!!!,Nona Anna? Anda sudah sadar?......B-Bagaimana bisa!?”

[Suster]
,(Bagaimana bisa dia sadar secepat ini?pendarahannya kan sangat parah....)
          “Ummmm,Suster? Anda baik-baik saja?”
                “!!!,Ah! Umm,Iya! saya tidak apa,bagaimana dengan anda nona? Apa lengan anda masih sakit?”
aku menoleh kelenganku sejenak dan mencoba untuk menggerakannya.
          “Uh,masih sedikit perih....tapi saya rasa akan segera membaik dari dulu luka-luka seperti ini biasa cepat sembuh dengan saya....”
          “Begitu kah....?syukurlah....Ah! orang tua anda akan segera datang lagi.”
          “Datang lagi? Tadi mereka disini...?”
                “Iya tadi mereka disini,sekitar 5 jam yang lalu saat anda baru didatangkan kesini.Sekarang mereka ada disekolah anda,15 menit lagi mereka akan sampai”
setelah tersenyum ramah suster itu pun pergi dari kamar ku.(Ah sial....aku lupa tanya,ini rumah sakit mana ya?...).Aku hanya diam sejenak setelahnya,kemudian pintu kamar pun terbuka dan aku ingat-
          “BRAK!”

          “CAROLINE! AKU LUPA!”
          “!!!,Sayang apa maksud mu...?”
Ternyata ibuku yang masuk kekamarku.Dia mendekat dan aku pun dengan panik bertanya kepadanya.
          “I-Ibu dimana Caroline?! Dimana dia?!”
          “H-Hah...?oh! apa maksud mu teman mu yang hilang itu?”
          “Hi-Hilang apa maksud Ibu?!”
          “Iya dia menghilang dalam kebakaran disekolah mu itu,selain kau tidak ada yang keluar dari dalam kelas itu Anna....”
(A-Apa maksud nya? Caroline.....),saat itu pun terlintas dibenakku tentang apa yang terjadi,(Caroline diculik oleh mahkluk aneh dan gadis yang berambut merah itu.....).
          “Ayah mu akan datang nanti.Syukurlah sekarang kau sudah sadar,padahal seharusnya kau bangun besok atau mungkin lusa...”
aku disentakan dengan kata-kata ibu.Dengan wajah terkejut aku memandangnya.
          “Ah itu...kata Dokter kau belum akan bangun sampai besok dikarenakan kau terlalu banyak menghirup asap kebakaran juga mengalami pendarahan yang cukup parah,tapi tidak disangka-sangka kau bisa bangun secepat ini...itu merupakan suatu keajaiban”
(Keajaiban.....?tidak....kurasa ini ada hubungannya dengan si Kitsune itu,ditambah lagi...kalung ini juga melindungiku sebelumnya....apa dia ada hubungannya dengan ini.....?).
          Malam hari tiba,aku meyakinkan orang tuaku agar tidak perlu menjagaku,karena aku yakin..sesuatu akan datang malam ini.
          “Kalau begitu kami pulang dulu ya Anna...istirahat lah yang tenang...”
          “...Iya bu.”
Ayah,ibu ku pergi meninggalkan aku,dan aku pun sendiri.Tepat pukul 11 aku hanya duduk diranjangku diruangan yang gelap,menunggu....menunggu seseorang yang kuyakin dia pasti datang.Karena aku lah yang memanggilnya,dan malam ini adalah malam ‘Bulan Purnama’.
          “Wuuuussshhh.....”
          “Ngik.....Ngik.....”
untuk sesaat,hanya terdengar suara angin pelan dan ayunan diluar rumah sakit yang berbunyi.
          “WUUUUUUUSSHH!”
          “BRAK!”
Angin yang cukup kuat membuka jendela kamar rawatku,sinar bulan yang masuk dengan lembutnya menerangi sosok itu,yang berjalan mendekat kearahku dan berhenti tepat didepan jendela yang terbuka,dibantu cahaya bulan aku melihatnya.....
          “Seekor....Rubah.....Putih.”
Gumamku,
          “Kitsune....itu kau kan?”
Aku bertanya pada Rubah itu namun dia hanya diam saja sambil menatapku dengan matanya yang menakutkan.Aku mencoba untuk turun dari ranjangku,namun rasanya begitu sakit,begitu perih.
          “AW!”
Aku jatuh berlutut dan Kitsune menghampiriku dengan ragu,namun dia tetap menujuku hingga akhirnya benar-benar ada didepanku,aku mencoba memegangnya dengan sedikit takut tapi aku tetap menyentuhnya.Kuusap  kepala rubah itu lalu kulihat kearah matanya.
          “Bola mata yang terlihat gelap namun sebenarnya tidak....ini merupakan warna mata biru tua....aku tahu,karena...aku sering menatap mata ini dari dekat....”
Aku tersenyum kearah rubah itu lalu entah mengapa aku ingin mengucapkan sebuah kalimat.
          “Your Name is: Kitsune.....”
Rubah itu menatapku seolah dia sedang tersenyum namun juga tekejut.Aku menutup mataku dan membukanya lagi,kini aku sedang memegang pipi Kitsune.
Dia mengenggam tanganku yang ada dipipinya,melepaskan tanganku lalu berdiri dan mundur beberapa langkah,dia bersujud padaku,dan berkata,
          “Nona Muda apa keinginan anda ,sehingga memanggil saya....?”
Aku menatapnya dengan diriku yang masih duduk dilantai,lalu  kubulatkan tekad ku.
          “.......Bantu aku menyelamatkan Caroline!”

*To be Continue#

Senin, 24 Maret 2014

Demon Girl
Chapter 10:Fight on The Fire and Flame

Gadis yang bernama ‘Ayumi Akane’ itu menahan Caroline,aku bertanya-tanya pada diriku sendiri,(apa yang harus aku lakukan!?Tunggu! gadis itu memanggilku Angela!?,itu bukan nama ku!)
“Ummmm,maaf....apa tadi kau memanggil ku Angela?”

‘Ayumi Akane’ menatapku,terlihat raut wajahnya merengut saat aku bertanya seperti itu padanya,
“Ya! Aku memanggilmu Angela!,itu nama mu kan!? Aillicesa Angela!”

(!!!),dia menjawabku dengan cetus,tapi bukan itu yang membuatku syok,(dia memanggilku Aillicesa Angela! Itu nama yang pernah ditujukan kepadaku oleh Kitsune kan!? Selain itu nama Mansion yang waktu itu juag ‘Aillicesa’!Bagaimana dia bisa tahu?!Apa semua ini rekayasa?cuma trik yang dibuat Kitsune lagi?apa sosok aneh yang mengerat Caroline itu cuma rekayasa juga?berarti kebakaran ini juga cuma rekayasa saja kan!?).
Aku ingin memastikan hal itu,dan mendekat kekobaran api yang ada dibelakangku,hawanya benar-benar panas!Aku mencoba untuk menyentuh kobaran api itu dan,
.................
“UWAH! PANAS! PANAS!”
Aku mengangkat tanganku,mengibas-ngibaskannya sambil berteriak-teriak,lalu meniupnya.(Ini sama sekali bukan api rekayasa!),aku menengok kearah gadis dengan rambut merah itu,yang menunjukkan ekspresi terkejut dengan apa yang kulakukan,
.................
“Bbbbb-BUAWAHAHAHAHAHAHA!!! XD XD,DASAR BODOH! KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN!? MENYENTUH API SEPERTI ITU HAH!? BODOH! WAHAHAHA!”

(Di-Dia menertawaiku habis-habisan,sial!Tapi...ini benar-benar bukan ilusi,ini semua nyata?...).
          “H-hahaha....Sudah cukup bercanda,sekarang lawan lah aku RAJA IBLIS!!!!”

(Heh?,apa maksudnya simerah gila ini?).
          “Raja iblis.....?kau...bercanda ya?”
Hening,hening sesaat,lalu,
“SRIIING”
Seiring akane mengangkat tangan kanannya,begitu pula dengan sosok aneh yang bernama Poker itu,dia mengangkat tangannya yang sedang memegang pedang dan mengarahkanya kearahku,
          “Jangan macam-macam ya....kali ini aku benar-benar akan membunuhmu!”

(!!!,Hah?! Membunuhku!? Kenapa!?),
          “Kau ini masih tidak mengerti juga ya?apa perlu kumotivasi dulu biar ingatan mu itu bisa kembali!?
(I-Ingatan katanya!? Apa maksudnya ini?)
          “Kau itu ya,sangat lemah!,pengecut! Aku....benar-benar membenci mu! Aku benci pada mu! Aku benci! Aku benci!,KAU MEMUAKAN!!!”
          “BADUMP!!”
(Uugh!,jantungku terasa sakit,a-apa ini?aku melihat sesuatu...mata ku...sedang menipuku?....seseorang mendatangi ku...)
          “AN.....”
(Si...Siapa?),Kepalaku terasa sangat sakit terasa mencengkram isi kepalaku,aku melihat pemandangan yang aneh.Aku yakin tidak pernah melihatnya,tapi terasa  seperti sangat mengenalnya,)Api....sangat banyak api...tidak,salju...iya salju,banyak salju dan kobaran api...),aku melihat seseorang yang sedang berdiri bertatapan dengan api itu,dia memegang pedang.(Siapa...siapa itu? Aku hanya bisa melihat pundaknya dengan rambut putih panjang yang indah....laki-laki kah?).
          “Aku....akan melindungi mu.....”
Dia menatap ku dengan senyuman yang terlihat sedih,tapi aku tidak bisa melihat wajahnya.
          “MATILAH!!!!”
(Gawat! Aku lupa dengan Simerah Gila! Pedang akan menebasku!),aku menutup mataku seketika menunggu serangan itu,
          “TRAAANG!”
(Eh? Suara apa itu?),aku membuka mataku,sangat takjub kupandang,ada sebuah dinding transparan berwarna ungu yang melindungiku,aku menatapnya seksama,ada sebuah simbol yang terukir,(Simbol ini!! Mirip dengan yang ada di‘Mansion’ itu!!).Aku,menatap kalung yang bergelantungan dileherku,kalung itu yang telah melindungiku!
“Cih,si‘Rubah’ sialan itu....berani-beraninya dia menggangguku.Hmph! tidak masalah,mantra seperti ini....TIDAK ADA APA-APANYA!”
(Hah? Rubah katanya? Apa jangan-jangan yang dia maksud itu Kitsune!?,Sial dia menyerangku,aku harus menghindar!!!!),sesaat setelah aku berteriak didalam pikiranku,
          “WUUUSSSH”
Tiba-tiba saja tubuhku bergerak sendiri,aku menghindari serangan pedang yang datang dari makhluk aneh itu,
          “E-Eh?....kok bisa?”
(WANJIR!),Akane tidak berhenti meski melihatku yang telah menghindari serangan sebelumnya.Dia dengan sigap menghampiriku tanpa kusadari dengan pedang yang ada ditangannya yang muncul entah dari mana,
“CEWEK GILA! STRES YA!? GUE HAMPIR MATI TAU!”
Aku berhasil menghindari serangannya dan dengan begitu saja aku memarahinya.
          “Cih...Salah sendiri tidak memperhatikan BODOH.”
Dia memalingkan wajahnya melihat sekeliling seolah-olah tidak tahu menahu,(Dasar cewek rambut merah gila....berani-beraninya kau...).
          “Lagi pula tidak masalah kan? Kau juga akan segera mati beberapa bulan lagi.”
(!!!,dia...tau.....?,bagaimana bisa!?)
[Akane],(Cih,aku tidak akan bisa menyerangnya kalau ada jimat sialan itu,apa boleh buat,hari ini aku mundur saja.Sebaiknya kubawa gadis pendek ini).
          “Sampai jumpa ‘Raja Palsu!’”
Tiba-tiba kobaran api menjadi semakin besar seolah-olah mengamuk,Akane menghilang dalam kobaran api dengan sosok aneh itu,(Dia ingin lari!),dengan Caroline yang masih ada ditangan sosok aneh itu,mereka melarikan diri.
          “Tunggu!”
Aku berteriak memanggilnya,tapi tentu saja dia tidak akan berhenti.Tanpa berfikir sehat aku langsung saja berlari dalam kobaran api itu tanpa rasa takut sedikitpun.Entah kenapa rasanya aku merasa harus mengatakan sesuatu pada gadis aneh berambut merah itu,sesuatu yang sudah lama terpendam,tapi aku belum pernah bertemu dengannya.Terlalu lama aku berfikir tentangnya,asap-asap dari kobaran api telah menghampiriku dan menghalangi padangan mataku,kini aku hanya berlari terus kedepan dengan bermodalkan suara langkah kaki Akane yang terus berlari.Dan kemudian,.....

“.......Poker,Take care of that B*cht for me.
Aku mendengar suara Akane yang sepertinya tadi berbicara dengan Poker dalam bahasa inggris (Hah? Apa? ‘B*cht’ apa yang dia maksud itu aku!?).Disaat aku sedang diluap-luap emosi karena Akane,tiba-tiba sebuah pedang yang sangat tajam datang menghampiriku degan lurus dari depan,aku mengelak dengan cara yang membuatku takjub sendiri namun ternyata serangan itu memberiku sedikit goresan dipipi kiriku.
          “WUSSSSH”
Melewatiku begitu saja dan disusul oleh pedang lain lagi yang dipegang oleh Poker,(Sial! Ternyata pendengaranku tadi tidak salah!),satu serangan dari tangan kanannya berhasilku atasi,namun itu belum selesai.Dia memberiku serangan bertubi-tubi dan hanya bisa kuhindari saja,tusuk,tarik,tusuk,tebas gerakan poker sangat elegan bagaikan seorang pemain ‘Anggar’ yang sedang berusaha mendapatkan poin mati-matian menyerang musuhnya.Keadaan menjadi makin buruk untukku,pedang pertama yang melewatiku tadi mulai bergerak saat Poker memanggil dengan mengayunkan tangannya,aku berbalik melihat pedang itu datang dari belakangku dan Poker bersusaha memanfaatkan keadaan itu dan menyerangku.Aku berhasil mengelak dengan melompat kearah meja kelas disebelah kiriku yang setengah terbakar dan disusul dengan salto kebelakang melewati pedang yang tadinya ada dibelakangku.Serangan Poker gagal dan aku-,(Selamat -_-).
          “Hentikan aku tidak mau bertarung! (Meski kelihatannya aku mungkin bisa bertahan  dengan kondisi tubuhku yang  lebih peka ini)”
Poker nampak diam sejenak sesaat setelah aku mengatakan itu,kemudian,
          “Itu bukan pilihan,kau tidak bisa memilih.”
(!!!!!),aku dikagetkan dengan Poker yang tiba-tiba saja berbicara denganku,(H-Hah....? bi-bisa bicara.....?),aku hanya melongo didalam kobaran api panas itu yang sama sekali tidak menggangguku.
          “Takdir mu,adalah menjadi Raja dalam kaum kami.Karena itu kau hanya punya 2 pilihan,mati atau hidup dan menjadi Raja kami!”
(Sekarang dia malah bicara tentang aku yang harus menjadi Raja,apa maksudnya?),Tapi kalau dipikir baik-baik yang bagian sad face maupun happy face,wajahnya tidak menunjukan sedang bicara.
          “Tentu saja tidak,apa kau tidak sadar kalau dari tadi aku bicara melalui telapati dengan mu?”
kata Poker yang tiba-tiba.
................
          “HAH!? TELEPATI!?”

*To be Continue#




Kamis, 12 Desember 2013

Demon Girl
Chapter 9: Ayumi Akane

          Aku berlari dengan segera kehalaman belakang sekolah pada saat istirahat ke-2,dan kudapati dirinya disana,
“Al!”
dia menengok kearah seiring aku berteriak memanggilnya,adikku Aland.

“Kau lama......”
cetusnya padaku.

“Eh? M-Maaf....haha...”
dia tersenyum kemudian memegang kepalaku,
“Sepertinya kau sudah tidak murung lagi.....kakak.”
katanya dengan lembut.Dia mengangkat tangannya dari kepalaku,lalu meraih tangan kananku,ada sesuatu yang diselipkannya,lalu spontan dia mengucapkan,
“Selamat Ulang tahun yang ke-15,kakak.”
aku menatapnya sesaat lalu membuka kepalan tanganku dan mendapati kado ulang tahun yang sangat cantik dari Aland.Itu adalah sebuah gelang perak dengan gantungan kelinci dan bulan sabit,sangat cantik dan mempesona sampai aku tidak bisa berkata apa-apa,
“I-Ini.....untuk ku....?”
tanya ku dengan ragu-ragu pada Aland,dia tersenyum lalu berkata,
“Hehe....tentu saja itu untuk mu,memangnya untuk siapa lagi?”

Aku tersenyum dengan sangat lebar,awalnya kupikir mungkin dia tidak akan menyiapkan apa-apa untukku,karena sebelumnya dia bilang dia tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.

“Eh? Tapi,bukannya tadi pagi kau bilang kau tidak ingat kalau hari ini ulang tahun mu?”
tanyaku lagi padanya,dia menatapku dengan pipi yang agak sedikit memerah lalu mengatakan,
“I-Itu...aku bohong...karena kau bilang,kau tidak ingat kalau hari ini adalah ulang tahun mu,jadi kupikir kau juga mungkin tidak menyiapkan kado untukku....”

(Ah ternyata begitu rupanya,dia merasa kecewa,tapi pada akhirnya dia tetap memberikan hadiah ulang tahun untukku,pemikiran kami sama).

“Ahahahaha.....begitu rupanya!...iya sih..aku memang tidak menyiapkan hadiah ulang tahun untuk mu....tapi sekarang sudah ada!”
katku dengan sangat percaya diri padanya,Aland menatapku kebingungan,
“Hah.....? sudah ada katamu? Kapan kau membelinya?”
tanyanya padaku,aku tersenyum lalu mengeluarkan hadiah ulang tahun itu untuk Aland.
“TADAAA!! Ini dia gantungan ponsel coockie! Spesial buatan ku!”

Yang kuberikan padanya adalah  gantungan ponsel bentuk biskuit,dia menatapnya secara seksama lalu berkata,
“K-Kapan kau buat ini?.....”
katanya dengan masih kebingungan aku pun membalas nya,
“Waktu jam mata pelajaran karya seni tadi!”
(Hehe...untung saja aku ahli dalam membuat karya tangan! Kenapa hal seperti ini tidak terpikirkan sebelumnya ya olehku?),dia menatapku lalu mengambil gantungan itu dari tanganku,
“Jadi....ini sebabnya kau lama datang kesini...?”
tanyanya,aku menatapnya lalu kemudian aku hanya tersenyum saja.Dia menggenggam gantungan ponsel yang kuberikan lalu berkata,
“Terima kasih....kakak...”
aku merasa tenang saat melihat ekpresinya lalu membalas,
“hehehe.....Terima kasih kembali!”

(Aku....berjanji akan membuat keluargaku sebahagia mungkin dengan waktu yang  sedikit ini,itu adalah janjiku).

“DUAAAAR”
suara yang begitu besar mengejutkan aku dan Aland,suara itu berasal dari gedung sekolah yang ada dibelakangku,
“A-Apa yang terjadi”
kata Aland dengan suaranya yang begetar.

“GYAAAAAAAA!!!”

(Su-suara itu....),aku segera berlari meninggal kan Aland,Aland terkejut melihat pergerakan ku,
“K-Kakak! Kau mau kemana!?”
aku berlari begitu saja meniggalkan Aland dihalaman belakang sekolah,aku hanya berlari dan terus berlari,aku melihat semua siswa berlari berlawanan arah dariku mereka terlihat ketakutan dan panik sambil berteriak,
“ADA LEDAKAN! ADA LEDAKAN! RUANG KELAS 1-B DILANTAI 2 KEBAKARAN!,CEPAT LARI! LARI!”

(1-B!?  Itu kan kelas ku!),pikirku dalam hati.Aku tidak tahu kenapa,tapi aku cuma berlari begitu saja kearah pusat ketakutan itu,entah kenapa rasanya seperti ada yang memanggilku.Tiba-tiba aku melihat Aldi didepanku dengan beberapa orang guru yang menahan nya untuk naik ketangga yang menuju kelantai 2.

“LEPASKAN! LEPASKAN AKU!”
Aldi berteriak menggeram,aku berhenti berlari menatap mereka,
“KAU TIDAK BISA NAIK KEATAS! DISANA BERBAHAYA!”
kata salah seorang guru yang menggenggam tangannya.

“TIDAK BISA! TEMAN KU MASIH DIATAS! CAROLINE MASIH DIATAS!!!”
teriak Aldi pada guru-guru yang menahannya.

(Caroline....? bukankah itu pacarnya Aldi!?*Cih,Pembohong.TEMAN apanya!? -_-*),aku terus berpikir didalam hatiku sambil melihat Aldi yang terus menahan emosi dan kesedihannya.

(Aku....aku tidak bisa hanya tinggal diam!).Aku mengambil beberapa langkah mundur,kemudian aku berlari dengan sangat kencang kearah mereka,
“HEI!”
(Gawat! seorang guru melihat pergerakanku!,ini sudah tidak bisa ditunda! Kalau begitu.....TEROBOOOSSSS!!!!),mereka berusaha menangkapku,aku berpaling menghindari,aku melompat meraih bahu salah seorang guru yang ada didepan mencoba untuk menangkapku,aku menyaltokan tubuh ku diatas kepala guru itu dengan mencengkram bahunya,dan berhasil mendarat tepat dibelakangnya.Semua orang terkejut,guru-guru dan Aldi terpana melihat aksi ku seolah-olah tidak percaya,bahkan aku sendiri saja tidak percaya!.

Aku tidak membiarkan lamunanku berlangsung lama,aku segera berlari menaiki tangga dengan gesit,lalu berteriak,
“Aldi! Aku akan  menolong Caroline! Tunggu lah!”
aku berlari terus keatas dan meninggalkan mereka,salah seorang guru berteriak menyuruhku untuk berhenti,tapi aku membiarkannya dan terus berlari.
(Gawat! Nafasku mulai sesak! Ini tidak baik,bisa-bisa penyakitku kambuh).Seiring aku berlari menuju kekelasku nafasku jadi makin berat,dan akhirnya aku mendapatai kelasku yang kucari itu!

“W-Wah....berasap sekali...”

Asap terus keluar dari dalam kelas ku,hawa panas api juga sangat terasa diwajah ku,aku menelan air liurku,dan merasa takut saat ingin masuk tapi kemudian,
“KYAAAAAAA!!!”

Aku mendengar suara teriakan dari dalam kelasku,itu Caroline!!

“KETUA!!!! KETUA!!!”

          Tiba-tiba saja aku mendengar suara teriakan Aldi dari bawah balkon depan kelas tempat aku berdiri,aku bejalan kearah dinding  yang menjadi pagar balkon itu dan melihat kebawah,Aku melihat Aldi,sejumlah guru dan siswa-siswa yang berkumpul dihalaman tengah sekolah.

“ALDI!”
teriak ku padanya,dia menatapku lalu membalas,
“APA KAU BAIK-BAIK SAJA!?”
nafasku sempat terasa sedikit berat,
“YA! AKU TIDAK APA!”
balas teriakku lagi.

Seorang Guru pun juga berteriak padaku,
“SISWA YANG DISANA!!! TEMPAT ITU BERBAHAYA!!! CEPAT KEMBALI KESINI!!!”
aku menatap guru itu,sekali lagi nafasku terasa begitu berat dan sesak.

“Uuggh!?”
aku terjatuh sambil memegang dadaku,mereka yang ada dibawah terkejut melihat aku yang tiba-tiba jatuh.

“KYAAAAA!!!!”

Itu teriakan Caroline dari dalam kelas!,(Gawat! Aku harus segera berdiri sekarang!),mereka semua melihatku berdiri,
“ANNA!!!”
teriak Aldi memanggilku.
“HENTIKAN! ANNA!”,
aku mendengar suara yang berbeda,kulihat kebawah dan ternyata itu adalah Kepala Sekolah!?.(Ah iya! Aku baru ingat kalau kepala sekolah tahu bagimana kondisiku yang sebenarnya,gawat ini tidak baik!).

“TIDAK!!! TOLONG AKU!!!”
itu suara teriakan Caroline lagi.(Sial! tidak ada waktu untuk pikir panjang sekarang).Aku mengambil ancang-ancang dan langsung menerjang kedalam kobaran api yang ada didepanku.

“Pa-Panas!”
aku didalam kelas yang sedang terbakar dan penuh dengan asap,aku harus segera mencari Caroline!

“CAROLINE! CAROLINE! DIMANA KAU!?”
teriak ku dengan lantang memanggil nama Caroline,
“CAROLINE! *UHUK! UHUK!* DIMANA KAU!?.....”
(gawat....aku sudah tidak tahan lagi nafasku begitu sangat sesak dan terasa sangat panas.Apa...aku akan mati disini?).

“Fufufufu.... apa kau pikir aku akan membiarkan mu mati seperti itu?
(eh?.....siapa? Siapa orang yang berbicara itu?),aku jatuh berlutut sambil terbatuk-batuk,aku mencoba membuka mataku untuk melihat kedepan,sesosok bayangan yang mendekat,dan kemudian terlihat jelas,seorang gadis dengan rambut merah panjang dan pakaian yang sedikit aneh,
“K-Kau....siapa kau? Bagaimana kau bisa ada disini?”
tanyaku padanya.Dia tersenyum lalu menjawab,
“Heeeeeh....apa tidak apa menanyakan tentang diriku sebelum kau menemukan teman mu itu?”
(hah? Dia tahu aku sedang mencari seseorang,ditambah lagi kenapa dia terlihat baik-baik saja dalam kobaran api ini!?),
“KAU! DIMANA CAROLINE!”
teriakku padanya(perasaaanku tidak begitu baik terhadap gadis ini!),dia menatapku dengan sinis lalu menjawab,
“Cih! Dasar tidak tahu malu! ‘POKER’!
dia memanggil seseorang,yang kemudian muncul dari belakangnya.

Aku melihat rupanya yang aneh,setengah wajah sosok itu tersenyum,tapi setengahnya lagi sedih,dia memegang dua pedang ditangannya,warna tubuh bagian kirinya hitam,sedang bagian kanannya putih,dan sosoknya sangat besar.Tiba-tiba pandangan kuteralih ketangan kiri sosok itu,dia mengerat Caroline dilengannya!

“CA-CAROLINE!”
teriakku memanggilnya,
“BERISIK!”
teriak gadis berambut merah itu padaku,(Ugh!?),aku menatapnya dari kepala sampai kaki,dan pandanganku terpaku didasar kakinya,saat kuikuti kejanggalan itu,ternyata itu menuju kesosok aneh yang telah mengerat Caroline!?,sosok itu adalah bayangan siperempuan aneh ini!?

“Salam kenal namaku Adalah ‘Ayumi Akane’ ,julukan ku adalah “RED HAIR SHADOW”,dan ini adalah Shadow ku ‘POKER’.Akhirnya.....aku bisa bertemu dengan mu A-N-G-E-L-A.....”


*To be Continue#
Aldi (Vice President Class)
Ayumi Akane and The shadow 'Poker' (Don't Forget Caroline at poker hand)

Sweet memory Photo

Stairs Scene